Life

A Crazy Rich Backpacker

First of all, lemme indroduce myself. You just need to know me as a crazy rich backpacker.

Crazy rich?

Saya bukan anak sultan. Bukan juga seorang CEO ataupun entrepreneur. Cuma seorang solo backpacker yang bermodalkan kekayaan alami: keberanian dan keberuntungan. Dua hal yang selalu jadi modal buat mampir ke surga surga di Indonesia.

Dulu, bahkan saya cuma anak rumahan yang kena larang untuk keluyuran menuntut ilmu di luar homebase. Sampai akhirnya, doa orang tua yang diselipkan melalui nama belakang saya (Pratidina yang artinya mengangungkan negara), berhasil dijabah oleh Tuhan. Saya lulus di sekolah kedinasan. Di Ibu Kota RI. Kuliah gratis. Masa depan terjamin. Orang tua mana yang mau nolak coba?

Dan sejak itu, rasanya seperti sebutir debu di padang pasir. Jarak pandang untuk bisa melihat dunia semakin meluas. Habis sudah masa bakti saya sebagai seseorang yang merasa besar dan hebat di kampung sendiri.
Now I’m nothing. More like someone new. Who’s just born in this magical new world.

Such a blesssing untuk bisa menginjakkan kaki di pulau Jawa untuk bertahun tahun yang akan datang. Tentu saja. Bagi kaum backpacker seperti saya ditambah lagi nasib sebagai anak kuliahan di kampung orang, sederhana cenderung ke miskin sudah pasti jadi gelar saat itu. Dan di pulau yang paling maju se-Indonesia ini, kesempatan untuk mengeksplor sebagian kecil Indonesia sangat amat besar. Ada kereta api dengan tarif yang sangat terjangkau dari Ujung Kulon sampai bagian Jawa paling timur. Ada kapal Pelni dengan rute yang lebih kompleks. Dan banyak bus bar bar dengan berbagai macam rute.

Dan itu, titik dari keseluruhan cerita saya yang dipenuhi perjalanan perjalanan menakjubkan dengan segudang pelajaran kehidupan. Bertemu manusia manusia luar biasa, bertemu keluarga keluarga baru, bahkan sampai melihat mimpi mimpi yg mulai berbalik arah mengejar. Ya. Bukan lagi dikejar.

Saya keluyuran keliling Indonesia bukan mengejar fame ataupun flags kolektor, tapi karena saya merasa bebas dan hidup. Bertemu kedamaian dalam setiap sunyi, bahkan berkenalan dengan kedamaian yang bersembunyi di dalam keramaian. Memetik pelajaran unik dan berharga. Alasan alasan yang membuat saya selalu ingin terus berjalan dan berbagi cerita.

Tanpa modal. Siapa bilang? One hard thing we should know, life is not about money. Kemampuan finansial gaboleh jadi penghalang. Tekad dan keberanian bersinergi membuahkan modal yang lebih dari cukup. Dan bukan hanya saya yang menjadi bukti bahwa hidup sepenak jidat kita dewe keluyuran ke sana kemari seakan akan hidup tak pernah ada beban, tidak mesti nunggu sampai sekaya sultan. Bahwa untuk menjadi crazy rich itu, bukan hanya dengan berdompet tebal, tapi bermuka tebal hiyahiyahiya. Candaaaa.

Afterall, how could I be doubt on myself as a crazy rich? Nope. I have some things that not everyone can’t have. I have everything I need. And I can easily get everything I want. Yes, as a backpacker.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *